RSS Feed

BUMI fantastis !


dok. BUMI (detik.com)

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menunjukkan kuasanya di lantai bursa dengan menguasai 33,32% nilai transaksi seluruh perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham BUMI melejit Rp 250 (10,30%) pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Selasa (5/1/2010), nilai transaksi BUMI pada perdagangan hari ini mencapai Rp 1,720 triliun. Nilai tersebut setara dengan 33,32% dari seluruh nilai transaksi saham di BEI.

Nilai transaksi itu tergolong cukup besar. Selama 2 bulan terakhir, transaksi BUMI belum pernah mencapai level serupa. Terakhir, BUMI mencatat transaksi Rp 1,867 triliun pada 12 November 2009. Sejak itu hingga kemarin, transaksi BUMI selalu dibawah Rp 1,7 triliun.

Ramainya transaksi saham BUMI pada perdagangan hari ini terutama didorong oleh sentimen positif laporan keuangan triwulan III-2009 yang baru saja diluncurkan. Dari segi laba bersih, BUMI mengalami penurunan 26,5% menjadi US$ 360 juta dari sebelumnya US$ 490 juta. Namun penurunan itu lebih disebabkan oleh setoran pajak sebesar US$ 173 juta yang menggerus pos laba.

Pajak tersebut berupa Pajak Penghasilan (PPh) Tangguhan sebesar US$ 51,805 juta dan PPh Kini sebesar US$ 121,652 juta. Menurut SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava, dari segi fundamental kinerja BUMI masih dalam jalur yang telah diperkirakan.

Selain itu, BUMI juga menyatakan telah melakukan pembayaran tambahan pajak PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, masing-masing senilai US$ 119,807 juta dan US$ 92,840 juta. Totalnya sekitar US$ 212,647 juta (Rp 2,1 triliun).

Tampaknya, publikasi pembayaran pajak tambahan tersebut membuat investor-investor asing kembali mengkoleksi saham BUMI secara masif. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencetak transaksi beli bersih (foreign net buy) atas saham BUMI sebesar Rp 260,803 miliar.

Sejumlah broker, terutama broker berbendera asing tampak melakukan pembelian masif sehingga mendorong harga saham BUMI melejit hari ini. PT Kim Eng Securities (ZP) tercatat beli BUMI sebanyak 153.026 lot senilai Rp 200,701 miliar. PT CLSA Indonesia (KZ) beli BUMI sebanyak 100.098 lot senilai Rp 133,054 miliar.

PT JP Morgan Securities Indonesia (BK) beli BUMI sebanyak 90.234 lot senilai Rp 116,385 miliar. PT Macquarie Capital Securities Indonesia (RX) beli BUMI sebanyak 82.589 lot senilai Rp 105,920 miliar. PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) beli BUMI sebanyak 47.016 lot senilai Rp 61,222 miliar.

Pembelian masif broker-broker asing tersebut sukses mengangkat harga saham BUMI ke level Rp 2.675, naik Rp 250 (10,30%) dibanding penutupan kemarin Rp 2.425.

Sentimen yang sama juga dialami oleh saham-saham grup Bakrie lainnya. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik Rp 20 (10,25% ke Rp 215 senilai Rp 170,898 miliar. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) maik Rp 4 (4,65%) ke Rp 90 senilai Rp 105,448 miliar. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) naik Rp 5 (3,52%) ke Rp 147 senilai Rp 68,931 miliar.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik Rp 5 (2,59%) ke Rp 44,129 miliar. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) naik Rp 40 (6,77%) ke Rp 630 senilai Rp 42,588 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik Rp 6 (4,47%) ke Rp 140 senilai Rp 19,934 miliar.

Total nilai transaksi saham-saham Bakrie 7 hari ini mencapai Rp 2,171 triliun atau menguasai 42,05% dari seluruh nilai transaksi saham di BEI senilai Rp 5,162 triliun.

Laporan Keuangan BUMI

Jakarta – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat penurunan laba bersih sebesar 26,5% hingga triwulan III-2009. Penurunan terutama diakibatkan peningkatan beban pajak penghasilan hingga 24 kali lipat.

Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, Selasa (5/1/2010).

Hingga triwulan III-2009, BUMI mencatat pendapatan sebesar US$ 2,330 miliar, turun tipis 4,23% dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar US$ 2,433 miliar. Beban Pokok Pendapatan tercatat sebesar US$ 1,305 miliar, turun 4,04% dari sebelumnya US$ 1,360 miliar.

Laba kotor tercatat sebesar US$ 1,024 miliar, turun 4,47% dari sebelumnya US$ 1,072 miliar. Perseroan juga berhasil menekan pos beban usaha sebesar 3,46% menjadi US$ 318,975 juta dari sebelumnya US$ 330,409 juta.

Pada pos beban lain-lain, BUMI mencatat beban sebesar US$ 38,803 juta, turun 5,93% dibanding sebelumnya US$ 41,252 juta. Penurunan beban lain-lain disebabkan perseroan memperoleh keuntungan kurs sebesar US$ 35,311 juta. Tahun lalu, BUMI mencatat kerugian kurs sebesar US$ 16,581 juta.

Laba sebelum pajak BUMI tercatat sebesar US$ 666,557 juta, turun tipis 4,87% dari sebelumnya US$ 700,729 juta. Namun BUMI mengeluarkan biaya beban pajak penghasilan (PPh) cukup besar tahun ini, sebesar US$ 173,457 juta, naik hampir 24 kali lipat dari sebelumnya US$ 6,955 juta.

Beban PPh sebesar US$ 173,457 juta itu terdiri atas PPh Kini sebesar US$ 121,652 juta dan PPh Tangguhan US$ 51,805 juta. Dalam laporan keuangannya, BUMI menyatakan, setoran PPh yang telah disetorkan itu diharapkan bisa ditarik kembali atau digunakan untuk melunasi PPh di masa depan.

BUMI saat ini tengah menanti keputusan banding Mahkamah Agung soal perbedaan hitungan pajak perseroan dengan versi Direktorat Jendral Pajak. Sebelumnya, Ditjen Pajak menyatakan BUMI masih memiliki tunggakan pajak sebesar Rp 2,1 triliun. Namun manajemen BUMI membantah hitungan versi Ditjen Pajak tersebut.

Menurut BUMI, perseroan tidak memiliki tunggakan pajak kepada Ditjen P

Advertisements

About kummy

I'm an obstetrition and gynecologist.. Work in Siloam Hospitals Bali...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: