RSS Feed

Batubara Siap Lambungkan ADRO & BUMI

Posted on

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI dan ADRO, Jumat (14/5) diprediksikan melemah terbatas akibat profit taking akhir pekan. Setelah itu, kedua emiten ini siap melambung seiring tingginya harga batubara.
Pengamat pasar modal, N Jaganathan mengatakan, potensi terkoreksinya saham PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Adaro Energy (ADRO) dipicu aksi pasar merealisasikan keuntungan menjelang akhir pekan. Tapi, karena kedua emiten ini mendapat sentimen positif dari tingginya harga batubara, pelemahannya menjadi terbatas.
Karena itu, dalam beberapa hari terakhir saham BUMI dan ADRO bergerak atraktif. “BUMI telah mencapai Rp2.500 dan ADRO mencapai Rp2.100,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (12/5) malam.
Pada perdagangan Rabu (12/5), saham BUMI menguat Rp75 (3,09%) menjadi Rp2.500 per lembar. Begitu juga dengan saham ADRO yang naik Rp50 (2,43%) menjadi Rp2.100 per unit.
Untuk Jumat ini, Jaganathan memperkirakan, ADRO akan bergerak dalam kisaran support Rp1.900 dan Rp2.300 sebagai level resistance-nya. “Sedangkan level support BUMI berada di angka Rp2.200 dan Rp2.700 sebagai level resistance-nya,” ujarnya.
Sedangkan dalam jangka menengah-panjang, saham BUMI berpeluang bergerak ke level Rp3.500. Sebab, pergerakan BUMI lebih cepat daripada ADRO. Namun, tercapai tidaknya sangat tergantung, pada level harga saham yang dicapai akhir Juni. “Investor selalu membandingkan harga pertengahan tahun ini (akhir Juni), dengan pertengahan 2009 lalu,” paparnya.
Pada mulanya, lanjut Jaganathan, investor mengacu pada indikator laporan keuangan kuartal pertama 2010. Setelah itu, mereka mengacu pada laporan keuangan kuartal kedua. “Indikator Juni ini bisa jadi acuan untuk memprediksikan harga sahamnya di akhir Desember tahun ini,” urainya.
Caranya, pasar memperhitungkan angka selisihnya. Dia mencontohkan, jika Juni 2009 harga BUMI di level Rp1.000 dan di Desember tutup di level Rp2.500, artinya ada selisih Rp1.500. Karena itu, jika pada Juni 2010 ditutup di level Rp2.500, pada Desember 2010 bisa berada di level Rp3.500 atau Rp4.000.
Namun, Jaganathan memberikan catatan, angka itu bisa dicapai jika tidak terjadi krisis apapun seperti kerusuhan politik dan lain-lain yang menelan korban jiwa. Level Rp3.500 untuk long term sangat reasonable untuk BUMI. “Tapi, untuk hari ini, BUMI akan terkoreksi tipis, 25-50 poin. “Setelah itu untuk mengejar di level Rp2.900 sudah di depan mata,” imbuhnya.
Begitu juga dengan prospek saham ADRO yang masih cerah. Sehingga, untuk mid and long term (hingga akhir Juni 2010) saham ini bisa mencapai harga Rp2.500. Sedangkan untuk jangka panjang (hingga akhir tahun), saham ini bisa mencapai Rp3.500. “Bahkan, jika level Rp2.500 berhasil ditembus akhir Juni, tidak tertutup kemungkinan level itu bisa dicapai di September,” timpalnya.
Semua target price itu, bisa dicapai pada saat IHSG ^JKSE di level 3.000. Jaganathan optimistis angka itu bisa dicapai sebab IHSG saat ini sudah mengarah ke level 3.000 kembali. “Indeks Rabu (12/5) lalu sudah kembali ke level 2.847,” ucapnya.
Dia memperkirakan, level resistance indeks sudah berada di level 2.950-3.000. Sedangkan level support berada di posisi 2.800. “Angka ini sudah kembali ke level normal sebelum Sri Mulyani Indrawati mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan,” tuturnya.
Selain karena faktor penguatan indeks, secara fundamental kedua emiten ini mendapat topangan dari tingginya harga batubara. Sebab, demand atas komoditas ini sangat tinggi dan akan terus meningkat. “Pada saat harga minyak mentah dunia naik, batubara sebagai substitusinya akan terkerek naik,” ungkap Jaganathan.
Pekan lalu, lanjutnya, harga batubara di Newcastle sudah berada di level US$108 meskipun pekan ini turun tipis ke level US$106 per metrik ton. Tapi, harga batubara tetap tinggi karena masih berada di atas US$100. “Pada saat harga minyak naik, yang dicari adalah substitusinya. Salah satunya adalah batubara baik briket maupun cair sehingga harganya terkerek naik,” ucapnya.
Saat ini, mayoritas konsumen batubara adalah India dan China terutama untuk pembangkit listrik. Pada saat yang sama, ADRO dan BUMI telah menandatangani kontrak untuk komitmen jangka panjang.
Artinya, kedua korporasi ini akan mensuplai batubara ke kedua negara itu. “Karena itu, kenaikan harga batubara saat ini lebih dikarenakan real demand daripada faktor spekulasi,” tegasnya.
Bahkan, Jaganathan menengarai, PLN pun nantinya akan menggunakan batubara sebagai pembangkit, sebelum komoditas ini habis diekspor. Pemerintah pun akan melakukan kontrak dengan harga yang sangat kompetitif dengan harga ekspor. Saat ini, batubara diekspor dengan harga lebih tinggi dibandingkan penjualan domestik.
Ia merekomendasikan trading buy, baik untuk BUMI maupun ADRO. “Sebab, kedua saham ini sangat aktif dalam beberapa hari terakhir,” tandasnya. [mdr]

Advertisements

About kummy

I'm an obstetrition and gynecologist.. Work in Siloam Hospitals Bali...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: