RSS Feed

Kementerian Setujui Merger Flexi-Esia


JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengungkapkan, manajemen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) telah meminta izin pemegang saham untuk melakukan merger Flexi dan Esia. Pemegang saham sudah menyetujui langkah merger tersebut.

“(Surat) itu isinya minta persetujuan kepada kami untuk meyinergikan Flexi dan Esia. Kalau masing-masing berjalan sendiri kelihatannya kekuatan untuk mempengaruhi pasar kurang,” kata dia di Jakarta kemarin.
Flexi merupakan produk code division multiple access (CDMA) Telkom, sedangkan Esia merupakan produk CDMA PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Pemegang saham menyambut positif rencana sinergi tersebut, dengan harapan bisa mengembangkan perusahaan. Mustafa tidak terlalu mempermasalahkan bentuk merger itu nantinya, asalkan bisa memberikan keuntungan bagi dua perusahaan tersebut???? ????????? ????????

Selama ini kita sudah dibodohi dengan pendapat,
merger berarti penyatuan dua unit usaha sejenis agar lebih kuat. Itu salah, karena pada prinsipnya akuisisi bukan cuma penyatuan 2 unit perusahaan yang bergerak di bidang sejenis, tetapi termasuk segala kewajiban-kewajiban (utang) perusahaan yang merger itu ditanggung oleh pihak yang mengakuisisi. Artinya itu cuma akal-akalan Bakrie agar utang-utang Esia yang membengkak dibayarin oleh Telkom.Ternyata yang bernafsu untuk terjadinya transaksi ini adalah justru dari Kementrian BUMN dan bukan dari manajemen Telkom yang selaiknya lebih faham akan operasional dan seluk beluk perusahaan.

Dirut Telkom Rinaldi akan diganti karena ada hubungannya dengan statemen Rinaldi yang menyatakan …..
“posisi Telkom pasif saja. Kami bukan di pihak yang gencar melakukan pendekatan,”
dan
…… Rinaldi enggan memastikan rencana merger Flexi-Esia akan disetujui pada RUPS Telkom yang dijadwalkan pada 11 Juni. “Tidak ada agenda soal pengesahan merger itu, karena kami memang masih bicara bicara saja.”

Tetapi nampaknya usulan penggantian masih terpending di TPA (Tim Penilai Akhir) yg dalam hal ini terdiri dari Presiden, Wapres, Meneg BUMN serta Menkeu.
Dan sepertinya bola sekarang berada di Menkeu (Agus Martowardoyo) sebab Wapres dan Presiden cenderung akan ‘berlindung’ dibalik Menkeu.

Jika memang benar rencana penggantian manajemen Telkom tersebut adalah langkah pertama untuk memuluskan rencana Akuisisi/Merger Telkom dengan Bakrie Tel, Akankah Agus Marto bersikap sama seperti Sri Mulyani yang kita ketahui sangat keras terhadap usaha grup Bakrie ? ….
Agus Marto sangat faham dengan perilaku Grup Usaha Bakrie secara sebagai Dirut Mandiri dia pernah bersentuhan langsung dengan Bakrie Tel yg dinilai oleh BPK pada tahun 2005 sebagai bermasalah di Bank Mandiri.

cerita berembus dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): hasil pemeriksaan BPK semester II 2004. Kisah tentang bank dengan total aset Rp 257 triliun itu bermula dari pengucuran kredit ke PT Bakrie Telecom sebesar Rp 548,3 miliar.

Menurut hasil pemeriksaan BPK yang diserahkan ke DPR pada pertengahan Maret lalu, kredit diberikan kepada Bakrie Telecom, yang notabene debitor dengan rating “G” atau berisiko cukup tinggi. “Saat diberikan fasilitas kredit itu, Bakrie Telecom dalam kondisi macet utangnya dengan kreditor sebelumnya,”
………… .. Anehnya, permohonan itu disetujui Mandiri sesuai dengan surat No. CBGRM1/Dept. 1/061/2003 tertanggal 15 April 2003, dan dituangkan dalam Akta No. 28 tertanggal 16 April 2003. Bank Mandiri, tulis BPK dalam laporannya, memberikan limit untuk kredit investasi refinancing maksimum Rp 239,4 miliar, proyek CDMA (telepon nirkabel) maksimum Rp 274,95 miliar, dan interface design CDMA maksimum Rp 33,9 miliar. Total Rp 548,3 miliar.
Padahal, “Kondisi keuangan Bakrie Telecom selama empat tahun terakhir tidak sehat,” tulis BPK. Utangnya lebih besar dari total asetnya. Lembaga pemeriksa pimpinan Anwar Nasution itu khawatir status dan kondisi keuangan Bakrie Telecom dapat mempengaruhi kewajiban pembayaran utang ke Bank Mandiri. Ujung-ujungnya bisa macet.

Rasa waswas BPK ini mengacu kepada surat permohonan dari Bakrie Telecom pada 18 Juni 2004. Bakrie Telecom mengajukan penjadwalan ulang utang dan penggunaan sisa plafon kredit, karena baru terpakai Rp 472,03 miliar dari total yang disetujui, Rp 548,3 miliar.

Menurut BPK, pemberian kredit ke Bakrie Telecom tidak sesuai dengan kebijakan perkreditan Bank Mandiri pada Januari 2003, tentang pemberian kredit yang harus dihindari atau dilarang bagi debitor bermasalah atau macet pada bank atau kreditor lain. Namun, “Direksi dan komisaris utama Bank Mandiri tetap menyetujui kredit, meski hasil analisis kondisi keuangan Bakrie Telecom sangat tak sehat,” kata BPK dalam laporannya. …… pencairan kredit Bank Mandiri kpd Bakrie Tel ini dilakukan oleh Dirut Mandiri sebelumnya (E.C Neloe) yg akhirnya divonis bersalah oleh pengadilan.
Apa keuntungan dari penggabungan ini bagi BTEL?

Kalau 49% saham BTEL berpindah tangan ke TLKM, maka TLKM juga harus menanggung 49% utang-utang BTEL, sehingga beban utang dari induk BTEL, BNBR, otomatis menjadi lebih ringan. Pada 1Q10, BTEL memiliki utang 6.5 trilyun, dan ekuitas 5.1 trilyun. Sekilas, rasio DER-nya masih bagus karena hanya 1.3 kali. Namun jangan lupa, ekuitas 5.1 trilyun itu semu karena bukan terdiri dari saldo laba. Pada 1Q09, BTEL masih mencatat defisit 583 milyar. Tak hanya utang, 49% dari defisit ini juga akan menjadi ditanggung oleh TLKM.

Jadi jelas bahwa penggabungan ini akan menguntungkan BTEL, namun merugikan TLKM. Dan hal ini memang sudah dicium oleh beberapa analis. Mungkin itu sebabnya hari ini BTEL mengatakan bahwa mereka lebih menyukai opsi merger daripada akuisisi, agar tidak ketahuan belangnya. Kalau opsi merger yang dilakukan, BTEL memang terkesan tidak mendapat apa-apa.
Kalau kita mengamati aksi-aksi TLKM belakangan ini, memang tampak aneh, karena intervensi begitu kuatkah?????

Posted with WordPress for BlackBerry .

Advertisements

About kummy

I'm an obstetrition and gynecologist.. Work in Siloam Hospitals Bali...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: